PRECIOUS MOMENTs WITH BOB JAMES AND LEE RITENOUR

Yup.. JAVA JAZZ FESTIVAL. Saya tidak akan cerita pernak-pernik, suka duka, JJF. Semua orang yang datang ke JJF punya cerita masing-masing. Dari awal cita-cita besar saya nonton JJF adalah ‘DIPELUK LEE RITENOUR’ dan dapat ‘TANDA TANGANNYA DI GITAR SAYA’. Cita-cita yang aneh, ketinggian. Biarin! Namanya juga cita-cita.

Malam pertama, saya hanya fokus nonton ‘Bob James’. Ups, John Legend juga sih. ūüėÄ Saya pun memaksakan diri untuk bisa berdiri persis di fence pembatas paling depan. Sukses. Saya berada sangat dekat dengan Bob James dan terus memerhatikan jari jemarinya menari. Saya terbius. Performance Bob James pun berakhir. Awesome! Semua penonton merangsek meninggalkan Hall D2. Tidak dengan saya. Entah siapa yang membawa saya, saya dengan mudah dan cepat bisa sampai di back stage, padahal tidak ada akses masuk bagi orang seperti saya. Tidak punya ID card khusus, bukan crew, bukan wartawan. Pengamanan sangat ketat. Tetapi saya bisa dapat jalan dan masuk ke dalam. Saya langsung naik ke atas panggung. Dalam keremangan dengan mudah saya menemukan Bob James di antara timnya. Hi!! kemudian kami bersalaman. It was great, awesome! Saya bilang saya membawa cd-cd albumnya dan minta tanda tangan. Off course!! Let’s find light. Oh my god, saya deg2an. Dan kami berjalan menuruni tangga panggung. Saya menggandengnya, khawatir terjatuh. Dan memang hanya saya dan Bob James yang menuruni tangga panggung. Sampai di bawah, para wartawan sudah mulai banyak berkumpul. Tetapi saya merasa punya ‘privilege’ karena saya yang menggandeng duluan. Saya lari mencari meja yg kosong dan agak terang dengan cahaya lampu. Sementara saya menyiapkan cd-cd ada beberapa wartawan yg mendahului wawancara dan berfoto. Akhirnya saya memberi kode ‘giliran saya’. Dan… duh, Bob James baiiiik sekali… dia menandatangani semua cd yang saya bawa, kemudian berfoto. Saya dipeluk. CD yang saya bawa kebetulan album2 Fourplay, karena saya siapkan untuk kencan dengan Lee Ritenour juga. Pada saat akan menandatangani salah satu album yang covernya bergambar 4 pasang sepatu, Bob James malah bikin tebakan. Which one is my shoes? I’ll give you prize if you’re right. Tpi saya salah tebak! haha.. Gak jadi dapet hadiah deh. Entah apa hadiahnya, mungkin saya akan diajak pulang ke rumahnya. hihi. Akhirnya dia menandatangani persis di sepatu miliknya. Senang, bahagia, deg-degan. Thank you.. thank you.. berulang saya ucapan terima kasih. Dia pun berterima kasih “thanks for collecting”. Ah, malam pertama yang indah.

Indahnya malam pertama membangkitkan semangat saya untuk mewujudkan cita-cita besar saya di malam kedua. DIPELUK LEE RITENOUR. Lagi ya.. DIPELUK LEE RITENOUR! hihi. Malam ini giliran Lee Rit manggung. Di sini, semua kenekatan saya berawal. Kebetulan saya membawa raul malam itu, karena ayahnya sedang berada di luar kota. Raul membuat saya tidak lincah malam itu. Doh! Panggung sebelum Lee Rit bubar, entah siapa yang baru saja pentas. Penonton berhamburan keluar. Saya malah merangsek ke dalam, menggamit raul. Kemudian ada himbauan kepada semua yang ada di dalam untuk meninggalkan ruangan karena akan dilakukan check sound untuk Lee Rit. Saya dan raul bergeming. Saya duduk ‘sebenernya sih ngumpet’ di tangga lighting atau entah apa namanya. Di situ ada beberapa orang yang sedang sibuk menyiapkan alat2. Singkat cerita, saya berhasil berkeliaran di Hall D1 yang hanya ada beberapa orang yang sibuk menyiapkan panggung. Pada saat check sound hampir beres, Lee Rit pun muncul melakukan check sound gitarnya. Saya menjerit. Lee Riiiit!! Seneng banget. Saya bisa berlama2 memandangnya, membiarkan eh, memerhatikan dia sibuk menyiapkan gitarnya. Check sound hampir beres, pintu dibuka. Fyuuh.. bruk bruk bruk penonton berlarian memasuki ruangan seperti gempa. Lee sempat kaget, dan tersadar penonton sudah mulai masuk, dia langsung meninggalkan panggung. Ruangan penuh sesak. Saya aman. Saya SUKSES lagi berada di baris paling depan. Dan.. wow!! Performance Lee Rit gak perlu saya ceritakan. Skip. AWESOME!!

Langsung ke cerita pengejaran saya untuk menemui Lee Rit. Pertunjukan sudah selesai. Seperti yang saya ceritakan, penjagaan VIP room sangat ketat. Saya menyampaikan keinginan saya kepada penjaga. NIHIL. Usaha keras saya tidak berhasil. Hati saya mengerut, kecewa. Lalu saya mencobanya lagi, kali ini ada 2 orang penjaga, tidak saya sangka salah satu dari mereka mengijinkan saya masuk. Pintu pagar dibuKa. Raul saya selipkan di pintu yang dibuka sedikit saja. Saya berhasil masuk. Dengan diantar penjaga tadi, saya sampai di ruangan besar di depan pintu VIP room. Saya menunggu sebentar. Lee baru saja menuruni panggung dan langsung bergegas masuk VIP room. Dia menolak wawancara dengan wartawan. I’ll be back. Begitu dia bilang. Saya memerhatikan suasana dan memahami bahwa Lee Rit perlu istirahat. Ya, saya sabar menunggu. Saya kemudian mencoba masuk ke VIP room dan berpapasan dengan manajernya. Lee masih perlu istirahat. Manajernya bilang. Ok. Tetapi saya sudah terlanjur memasuki VIP room. Kemudian saya mengeluarkan cd-cd saya di salah satu meja, jauh dari sofa tempat lee duduk. Selesai ‘menggelar’ cd saya keluar. Saya tahu saya harus menunggu di luar VIP room. Akhir pengejaran Lee Rit di VIP room ini menjadi tragedi buat saya. Pada saat saya duduk di kursi di ruangan di depan VIP room, saya didatangi 4 orang crew. Saya diinterogasi siapa yang membawa saya masuk. Saya tidak menunjukkan siapa orang itu. Saya bilang lupa namanya. Saya pun diminta untuk meninggalkan ruangan. Lantas, bagaimana dengan nasib cd-cd saya yang berharga itu. Jumlahnya 10. Huaa.. saya hampir menangis. Saya diinterogasi beberapa orang sampai akhirnya saya dibawa ke ruangan pimpinan keamanan. Saya dianggap penyusup. Intruder. Huhuhu.. Proses menunggu dan interogasi itu sungguh sangat melelahkan. Tapi, akhirnya 10 CD saya kembali. TANPA TANDA TANGAN. Saya keluar Hall D1 hampir jam 1 pagi. Saya gemetar. Kali ini gemetar takut. ūüė¶

Saya sudah tahu, bahwa untuk mewujudkan cita-cita besar ‘DIPELUK LEE RITENOUR’ itu hampir tidak mungkin. Jauh hari sebelumnya saya sudah mencari-cari alternatif untuk menemukan cara bagaimana mewujudkannya. Saya mencari informasi ke sana sini, di mana para artis dan musisi JJF ini menginap. Saya mendapat informasinya. Hai Tik.. ;)) Makasih ya.. Mwah! Mereka menginap di Hotel Borobudur. Saya pun memesan kamar di Hotel Borobudur jauh hari sebelum acara ini. Demi cita-cita. Sebenarnya cita-cita saya kali ini lebih kelewatan. Pengen breakfast bareng Lee Rit. Hahaha. Ternyata memang tidak mulus kan usaha saya menemui Lee Rit di area JJF.

Kegigihan dan kuatnya keinginan saya untuk bertemu Lee Rit, mempertemukan saya dengan malaikat penolong, seorang anak muda yang wajahnya mirip Ronaldo. Darinya saya mendapat informasi jadwal Lee Rit. Dan berkat sang malaikat itu saya akhirnya bisa menyapa Lee Rit. Saya bilang bahwa saya membawa gitar dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan. Ya, fine!! Saya segera mengambil gitar, membawa padanya. Are you sure you want me to put my signature on your guitar? Yes, off course!! Dan.. TANDA TANGAN! Huaaa.. saya gemetaran. I’m trembling. Dia ketawa. Be careful with your guitar, don’t let it drop. Haha.. Saya tidak sanggup mengucapkan keinginan saya untuk ‘DIPELUK’ karena saya sudah gemetar hanya bersandar nempel di badannya. Dia disapa banyak rekan-rekannya. Saya minta tolong salah satunya untuk memotret. Ini diaa…. Precious picture. Precius moment. Precious guitar. Terima kasih Tuhan. Hanya beberapa menit saja, Lee Rit kemudian meninggalkan hotel. Saya langsung menuju kamar, nyungsep di kasur. Gak bisa ngomong apa-apa.

I love you, Lee!! My dream comes true.. Mungkin ini satu-satunya gitar yang kau tanda tangani. ;))

Sebelum check out, saya sempat mencari anak muda berwajah Ronaldo itu. Ketemu. Saya berterima kasih. Sambil bersalaman saya bilang: “Tuhan membalas kebaikan anda”. Terima kasih. Tetapi saya menyesal tidak menanyakan siapa namanya. Ah, Ronaldo!!

37 Comments

Filed under JJF2010

I Love You

Kamu kangen ngga?
Ya, sangat!
Jantungku berdesir
Meski hanya sesekali kau tanyakan itu
Sungguh menyiksa
Tapi membuatku mendamba
Aku merindumu
Aku mencintaimu
Kau tahu itu

Catatan penting:
1. Cuma pengen ikutan tema cinta-cintaan.
2. Pengen menang lomba puisi cinta di sini dan aku yakin PASTI MENANG =))
3. Ya cuma cinta ‚Äėaku cinta padamu‚Äô itu yang bisa kutulis.. haha

Yes, I can smell love everywhere.. love is in the air.. I love you! And I know you love me too.. I know you know.. ūüėČ

*gambar dihadiahi yayang google

35 Comments

Filed under cinta

Ayah; 365 Hari

makam akung

Ayah..
Darinya aku mengenal warna-warni kehidupan.
Mengecap ribuan rasa perjalanan hidup.
Belajar memaknai pengalaman demi pengalaman hidup.
Berusaha mengerti setiap nilai dan arti perjalanan hidup.
Apa yang bisa aku buat sekarang adalah terus berusaha menapaki setiap jejak langkahku dengan lebih baik dan lebih baik.

Darinya.. lahir semangat, keinginan-keinginan, cita-cita dan mimpi.
Aku mengerti, kerasnya dalam mendidik dan menempa anak-anaknya adalah untuk membentuk disiplin yang tinggi. Darinya aku belajar bagaimana menciptakan keluarga yang besar dan kuat. Menjunjung tinggi persaudaraan dan persahabatan.

Manakala aku mengadu tentang sesuatu hal. Tentang suatu keadaaan, tentang perasaan-perasaan saat hati tak menentu. Beliau bilang: Yo kuwi jenenge wong urip. Itulah hidup. Lek ra ngono dudu urip. Kalo tidak seperti itu, bukan hidup namanya. Wit jaman biyen yo ngono kuwi. Dari jaman dulu begitulah hidup. Artinya, ya begitulah dari dulu manusia menjalani hidup, mungkin tak jauh berbeda.

Menjalani hidup dari masa kecil yang penuh warna. Semua terasa nyaman dan indah. Tak ada beban. Bermain, belajar, berprestasi, belajar belajar dan belajar. Tangisku kala itu adalah doa, agar bisa menjadi yang terbaik di sekolah. Kini, tangisku tetaplah sebuah doa, agar dapat menjalani hidup dan meneruskan perjalanan hidup dengan lebih baik. Aku memohon kepadaNya, aku berharap aku dapat mengantarkan anakku mencapai destinasi paling baik untuk dirinya, keluarga, dan dunia. Aku ingin melakukan apa yang ayah ibu telah lakukan kepada anak-anaknya, aku tahu mereka telah berusaha melakukan yang terbaik.

Doa kami untukmu Ayah.. Semoga Allah SWT memberimu tempat terbaik di sisiNya. Aku mencintaimu..

41 Comments

Filed under 1

MERDEKA!!

17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2009

MERDEKA!!

Pekik ‘Merdeka!!’ mulai bergaung.. Menyambut Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, semangat perayaan kemerdekaan telah mengaliri nadi anak-anak bangsa.. Setidaknya bagi sekelompok anak negeri yang menamai dirinya “Komunitas KopdarJakarta“. Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI, inilah persembahan mereka..

Dan sekaligus memberi dukungan pada gerakan KAMI TIDAK TAKUT Indonesia Unite

Tapi saya ndak ikutan syuting.. hiks.. saya ada arisan di rumah..

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA.. MERDEKA!!

33 Comments

Filed under Merdeka

Bercengkerama Sejenak

purnama

Aku kembali  berada di sini.  Aku hanya ingin sebentar saja bercengkerama denganmu. Seperti biasa, masih ditemani bintang bintang.  Malam ini bulan purnama.  Aku yang biasanya tidak mengharap purnama tampak terang karena sinarnya mengganggu pandangku melihat bintang-bintang, malam ini kehadirannya tampak indah.  Meski terang, sinarnya tak mengganggu pandangku. Langit malam ini indah, cantik sekali. Tak berselimut awan. Hanya selembar tirai putih di langit selatan.

Aku memujamu.  Aku memuja semua yang tampak di langitmu.  Aku memohon kepadamu, indah malammu membawa indah pagi dan siangku di sini.  Damai langitmu kuharap memberi damai hatiku.  Aku seolah tak sanggup menggapaimu, tapi di sini, aku merasa begitu dekat denganmu. Dekat sekali. Aku bahagia. Aku menangis. Aku masih menangis.

Gambar hasil cengkerama kamera irwin . Thanks Wing

24 Comments

Filed under Uneg-uneg

‘Break’ Yuuuk..

Apa rutinitas yang anda jalani setiap hari?¬† Bagi saya yang sejak dulu ‘mburuh’ rutinitas saya ke kantor selama 5 hari kerja, dari hari senin sampai jumat dengan catatan saya lagi rajin dan lupa¬† mbolos.¬† Bagi¬†buruh seperti saya, rutinitas adalah perjuangan untuk menyelesaikan hari dari petang hingga petang lagi.¬† Perjuangan saya mungkin tidak jauh berbeda¬†dari teman-teman.¬†*halo teman-teman sesama buruh..* ¬†¬†yaitu datang pagi *sebenarnya ini hampir tidak pernah terjadi*,¬† berharap untuk lekas siang,¬†lekas sore, dan lekas pulang.

Pada¬† kenyataannya proses 1 hari berjuang seorang¬†pekerja dengan pekerja lainnya tentu berbeda.¬† Namun sepertinya tidaklah jauh-jauh dari proses bangun pagi, upacara persiapan berangkat ke kantor, upacara di perjalanan, upacara di kantor, upacara persiapan pulang, upacara di perjalanan lagi, kemudian upacara di rumah lagi.¬†¬† Bertahun-tahun saya menjalani ini.¬† Rasanya memang perlu untuk memeriksa kabel-kabel dan sambungan-sambungan di kepala dan seluruh¬†tubuh ¬†saya. (lol) ¬† Rutinitas bisa bikin ‘gila’!

Nah, untungnya saya sadar¬†dan tidak membiarkan diri saya menjadi¬†‘gila’.¬† Makanya saya selalu menyempatkan diri untuk ‘break’ sejenak.¬† Menyelingi dan memaksakan untuk tetap bisa menyelipkan ‘break’ di sepanjang rutininitas saya dan ini akhirnya menjadi rutinitas favorit. *grin* Percayalah ini¬†hanya alibi.. hahaha..

Selingan-selingan yang saya pilih tergantung suasana hati dan suasana hari, pilihan-pilihan selingan itu bisa yang ini:

1. Pindah kantor beberapa jam saja, ke ‘kantor’ yang lebih berwarna dan tidak membosankan. Aha, window shopping! Dan shopping pun tak terhindarkan.
2. Ke kinokuniya atau gramedia
3. Makan-makan centil
4. Ngopi-ngopi cantik 
5. Jumpa fans
6. Nonton
7. Nyanyi-nyanyi
8. Ke ‘lapak buku bekas’ punya temen, cari-cari komik
9. Nonton langit
10. Ngeplurk (ninja) ini sih ngga sejenak, tapi manteng.. hihihi
dll. dll.

Itu rutinitas di hari kerja.¬†¬† Sedangkan weekend¬†yang datangnya masih rutin itu saya sambut dengan suka cita… Weekend membuat dunia ini indah.. ¬†*hiperbola*

Apa rutinitas kalian?¬† Break sejenak yuuk..¬† Biar ngga ‘gila’ kalian ngapain aja?

27 Comments

Filed under 1

Bu Prita Tahanan Kota; Bagaimana Sidang Hari Ini

Kita semua turut lega setelah upaya dari berbagai pihak berhasil membebaskan Ibu Prita Mulyasari dari LP Wanita Tangerang, Banten.   Status tahanan kini beralih dari tahanan lapas menjadi tahanan kota.

Dengan telah kembalinya Ibu Prita berkumpul bersama anak-anak tercinta dan keluarga, semoga Ibu Prita akan lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi sidang perdana yang akan dilaksanakan hari ini, Kamis, 4 Juni 2009.

Mari kita dukung Ibu Prita dan kita doakan semoga sidang hari ini berjalan lancar dan berpihak kepada yang benar.

BEBASKAN IBU PRITA!!banner-prita-468x601

1 Comment

Filed under sosial