Panggilan Rindu

Aku di sini lagi. Memenuhi panggilan rindu. Tempat ini tetap saja indah, bahkan semakin indah. Lama aku tak berbaring di sini. Seperti biasa, aku menyapamu, mengulurkan tanganku, memandangmu dengan takjub, menatapmu dengan penuh kerinduan.

Kucoba memahami pesan yang kau isyaratkan, mendengar bisikmu yang terasa bergaung, merasakan kekuatan yang mengalir menggetarkan jiwa.

Terima kasih telah memelukku. Aku memujamu. Aku memuja semua yang tampak di langitmu. Malam ini indah sekali. πŸ˜₯

Advertisements

13 Comments

Filed under cinta, renungan

13 responses to “Panggilan Rindu

  1. d

    mereka selalu nampak indah, dan menanti untuk kau sapa.. setiap malam πŸ™‚

  2. di mana tuh? di mana tuh? *kepo*
    :mrgreen:

  3. apalah aku ini, entah malam entah bintang πŸ˜›

  4. sendirian aja disitu…. kok gak ngajak-ajak….???

  5. Kenapa kita bosen-bosen mandang langit ya? Kayak masuk ke ruang lain hehehe…

    Oiya selalu seru liat bintangnya di alam bebas, ketika langit-langit tidak disesaki polusi. Seperti dilimpahi jutaan benda kecil yang indah itu…. mesmerized.

    • iya, kita ngga akan pernah bosan lihat langit.. langit tampak indah di setiap malam dan siangnya. memandangnya saja seolah mendapat energi.

      betul.. jadi kapan kita ke perkampungan baduy dan peucang? *kayak yg sanggup backpackeran aja* πŸ˜€

  6. Wah, masih sama hawa2nya ini dengan, “Aku cinta, dia tidak cintaaaaa..,” hehe. Maju terus, Veb, pantang ndodok!

    πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s