Monthly Archives: November 2009

Ayah; 365 Hari

makam akung

Ayah..
Darinya aku mengenal warna-warni kehidupan.
Mengecap ribuan rasa perjalanan hidup.
Belajar memaknai pengalaman demi pengalaman hidup.
Berusaha mengerti setiap nilai dan arti perjalanan hidup.
Apa yang bisa aku buat sekarang adalah terus berusaha menapaki setiap jejak langkahku dengan lebih baik dan lebih baik.

Darinya.. lahir semangat, keinginan-keinginan, cita-cita dan mimpi.
Aku mengerti, kerasnya dalam mendidik dan menempa anak-anaknya adalah untuk membentuk disiplin yang tinggi. Darinya aku belajar bagaimana menciptakan keluarga yang besar dan kuat. Menjunjung tinggi persaudaraan dan persahabatan.

Manakala aku mengadu tentang sesuatu hal. Tentang suatu keadaaan, tentang perasaan-perasaan saat hati tak menentu. Beliau bilang: Yo kuwi jenenge wong urip. Itulah hidup. Lek ra ngono dudu urip. Kalo tidak seperti itu, bukan hidup namanya. Wit jaman biyen yo ngono kuwi. Dari jaman dulu begitulah hidup. Artinya, ya begitulah dari dulu manusia menjalani hidup, mungkin tak jauh berbeda.

Menjalani hidup dari masa kecil yang penuh warna. Semua terasa nyaman dan indah. Tak ada beban. Bermain, belajar, berprestasi, belajar belajar dan belajar. Tangisku kala itu adalah doa, agar bisa menjadi yang terbaik di sekolah. Kini, tangisku tetaplah sebuah doa, agar dapat menjalani hidup dan meneruskan perjalanan hidup dengan lebih baik. Aku memohon kepadaNya, aku berharap aku dapat mengantarkan anakku mencapai destinasi paling baik untuk dirinya, keluarga, dan dunia. Aku ingin melakukan apa yang ayah ibu telah lakukan kepada anak-anaknya, aku tahu mereka telah berusaha melakukan yang terbaik.

Doa kami untukmu Ayah.. Semoga Allah SWT memberimu tempat terbaik di sisiNya. Aku mencintaimu..

Advertisements

41 Comments

Filed under 1