Aku di sini lagi. Memenuhi panggilan rindu. Tempat ini tetap saja indah, bahkan semakin indah. Lama aku tak berbaring di sini. Seperti biasa, aku menyapamu, mengulurkan tanganku, memandangmu dengan takjub, menatapmu dengan penuh kerinduan.
Kucoba memahami pesan yang kau isyaratkan, mendengar bisikmu yang terasa bergaung, merasakan kekuatan yang mengalir menggetarkan jiwa.
Terima kasih telah memelukku. Aku memujamu. Aku memuja semua yang tampak di langitmu. Malam ini indah sekali.
Advertisement



mereka selalu nampak indah, dan menanti untuk kau sapa.. setiap malam
di mana tuh? di mana tuh? *kepo*
ada deh.. ada deh..
apalah aku ini, entah malam entah bintang
entahlah..
sendirian aja disitu…. kok gak ngajak-ajak….???
iya, sendirian dong.. kalo ngga sendiri ngga bisa peluk2. lha njur.. pelukannya sama siapa..
lha, jarene karo raul? piye se, nduk? hihi…
Kenapa kita bosen-bosen mandang langit ya? Kayak masuk ke ruang lain hehehe…
Oiya selalu seru liat bintangnya di alam bebas, ketika langit-langit tidak disesaki polusi. Seperti dilimpahi jutaan benda kecil yang indah itu…. mesmerized.
iya, kita ngga akan pernah bosan lihat langit.. langit tampak indah di setiap malam dan siangnya. memandangnya saja seolah mendapat energi.
betul.. jadi kapan kita ke perkampungan baduy dan peucang? *kayak yg sanggup backpackeran aja*
Wah, masih sama hawa2nya ini dengan, “Aku cinta, dia tidak cintaaaaa..,” hehe. Maju terus, Veb, pantang ndodok!
ini udah ndak ada hawa2 yang itu abang ganteng.. lagu purba udah lewat.. saatnya privat!