Aku masih saja di sini. Merasakan hembusan angin menerpa mata perihku. Aku terpaku, memandang samar-samar hitam-putih, terang-remang, cerah-kusam ‘warna-warna’ di hadapanku. Ribuan warna bertabur. ‘Kau bisa menentukan warna *dan rasa* dengan baik dan bijak, kan?’ bisikku.
Aku menengadah. Bulan sabit malam ini indah sekali.. Kuteruskan pandangku ke langit.. langit sebelah sana, sebelah sana lagi dan sebelah [...]


